Memilih Penyedia Layanan Web Hosting

Banyaknya layanan web hosting yang menawarkan fasilitas lengkap dengan harga murah kadang membuat bingung para calon klien. Dalam kesempatan ini kami mencoba memberikan sudut pandang berbeda dalam memilih penyedia layanan web hosting.

1. Technical support dan customer service

Pertama kali melihat spesifikasi paket hosting, calon klien umumnya terpaku pada angka-angka teknis seperti besarnya disk space, bandwidth, harga, fasilitas tambahan dsb. Tidak banyak calon klien yang cukup smart untuk memperhatikan faktor paling penting dalam bisnis jasa dalam bidang apapun: Customer Service. Mendapatkan customer service yang handal dan selalu siap melayani klien jauh lebih penting dari sekedar deretan angka-angka teknis.

Bagaimana mengetahui bagus tidaknya support dari sebuah penyedia layanan?

Lakukan tes sederhana dengan menghubungi customer service melalui email, chat dll sebelum anda melakukan pesanan. Pelayanan bisa dikatakan baik bila anda mendapatkan respon sesegera mungkin. Tes ini mungkin tidak bisa menjamin 100% bahwa mereka akan bagus seterusnya. Namun pelayanan yang baik dan sigap adalah permulaan yang baik.

2. Uptime

Istilah uptime secara sederhana bisa diartikan sebagai sebuah kondisi dimana mesin server beserta seluruh fungsinya berjalan dengan semestinya dan website klien bisa diakses dengan normal. Downtime adalah kebalikan dari kondisi tersebut. Dalam dunia hosting, uptime di-monitor dalam jangka waktu tertentu dan 100% adalah angka ideal yang sulit untuk dicapai. Namun sebuah layanan hosting bisa dikatakan baik bila mampu mencapai angka 99% atau lebih dalam sebulan. Sedangkan untuk klien korporat umumnya memakai patokan 99,5% atau lebih.

Penyedia layanan yang baik akan mencantumkan hasil Uptime Monitoring dari pihak ketiga yang akurasinya bisa dipercaya. Sehingga calon klien bisa melihat secara langsung performance dan kestabilan layanan yang ditawarkan.

Seberapa pun canggih dan lengkap sebuah paket hosting, tidak akan berguna bila memiliki waktu uptime yang buruk. Kami sebelumnya adalah pengguna dan pernah mengalami sendiri situasi dimana website kami down selama 3 hari nonstop dan customer service tidak bisa dihubungi alih-alih memberi solusi. Jangan sampai ini terjadi pada anda dan menyebabkan hilangnya sebuah peluang bisnis.

3. Portfolio

Perhatikan bila penyedia layanan menampilkan para klien di website mereka. Dalam dunia web hosting, klien yang tidak puas bisa dengan mudah untuk memutuskan kontrak dan pindah ke penyedia layanan yang lebih baik. Jadi jumlah klien menunjukkan seberapa besar kepercayaan dari para klien terhadap penyedia layanan. Penyedia layanan bisa diberi nilai plus bila dipakai oleh perusahaan-perusahaan besar yang sudah terkenal.

4. Spesifikasi Teknis

Baca dengan seksama detail spesifikasi teknis yang ditawarkan. Fokuskan pilihan pada paket yang sesuai dengan kebutuhan, bukan pada paket super-heboh-murah-meriah, namun dalam prakteknya paket tersebut bukan untuk anda. Website tipe company profile atau brosur online umumnya memerlukan disk space tidak lebih dari 300MB, bahkan kurang. Sementara website e-commerce kelas menengah umumnya memerlukan disk space antara 300MB - 1GB.

Jadi yakinkan diri anda bahwa anda tidak memerlukan disk space 100GB plus 10000GB bandwidth untuk webite yang hanya terdiri dari 5 halaman statis.

5. Administrasi dan Policy

Penyedia layanan hosting yang baik selain handal dalam urusan teknis, juga harus memiliki fasilitas administrasi yang mudah dan efisien serta policy (aturan main) yang jelas untuk kliennya. Administrasi mencakup kemudahan pembayaran, penyediaan informasi layanan untuk masing-masing klien dan prosedur technical support yang sistematis. Sementara policy adalah ketentuan layanan yang jelas dan mudah dimengerti termasuk informasi prosedur layanan, larangan-larangan, sanksi-sanksi dsb.

Kedua hal diatas mungkin bukan hal yang wajib, namun diperlukan untuk memberikan layanan yang profesional kepada para klien.

Sumber : ayadinata.com

Baca Selengkapnya...

Plurk

Judulnya aneh ya ?..
"Plurk" hanya satu kata..
hehe..
Plurk tu layanan widget yang isinya keseharian kita..
liat aja di widget [A]gito..
critanya ketemu Plurk ni..
hari ini [A]gito iseng blogwalking ke Bakule Telo..
eh . ...
nemu widget asik di sidebarnya..
langsung sign up deh..
proses sign up-nya gampang kok..
tinggal masuk ke website plurk disini..
tinggal klik "Daftar dengan cuma-cuma"..
bagi yang Indonesia..
trus isiin deh textbox isian sesuai dengan keterangannya..
baca juga Persyaratan Penggunaan dan Kebijakan Privasi menggunakan Plurk..
kalo udah centang Saya telah membaca dan menyetujui Persyaratan Penggunaan dan Kebijakan Privasi..
biz tu tinggal nge-plurk deh..
segitu aja dulu..
cz agito juga baru di dunia Plurk..

Baca Selengkapnya...

Pengaruh Anime dan Manga di Indonesia

Anime, abreviasi dari kata "animation", dalam kamus bahasa Inggris dideskripsikan sebagai film animasi bergaya Jepang atau film animasi yang diproduksi oleh Jepang itu memang populer di Indonesia. Popularitasnya di Indonesia itu sebenarnya sudah dimulai pada awal dekade 1980-an ketika video betamax sedang menjamur.

Penggemar anime yang lahir pada dekade 1960-an dan 1970-an mungkin masih sangat ingat anime bertajuk "Voltus Five", "God Sigma" "Candy-Candy" dan "Ikkyu-san" yang begitu populer pada dekade 1980-an. Namun popularitasnya di Indonesia saat itu masih terbatas karena beredar dalam format video betamax, sedangkan pada waktu itu tidak semua orang bisa membeli perangkat pemutar video betamax.

Pada dekade 1990-an, anime dapat dikatakan benar-benar "booming" karena pada waktu itu stasiun televisi Indonesia mulai memutar beberapa serial anime populer sehingga dapat disaksikan siapapun yang memiliki televisi. Indosiar yang baru lahir pada pertengahan 1990-an juga tidak mau ketinggalan untuk menayangkan anime. Malah anime-anime yang ditayangkan Indosiar saat itu sangat meledak di Indonesia.

Pemirsa setia Indosiar pada dekade tersebut tentu saja masih ingat tayangan serial anime yang sangat populer, "Sailor Moon" dan "Born to Cook". Dibandingkan dengan stasiun-stasiun televisi lain di Indonesia, mungkin dapat dikatakan hanya Indosiar yang masih setia dan konsisten menayangkan anime di layar kaca hingga kini. Sebut saja "Digimon", "Inuyasha", "Gundam Seed", "Dragon Ball", "Detective Conan", "GTO", "Naruto" dan masih banyak anime yang pernah dan sedang ditayangkan di Indosiar.

Popularitas anime pun makin menggila setelah VCD dan DVD anime bajakan begitu mudah didapatkan di seantero Indonesia, tidak hanya dijual di pusat-pusat perbelanjaan, bahkan mudah didapatkan melalui internet. Para otaku, sebutan untuk penggemar anime dan manga, di Indonesia pun memberikan andil atas populernya genre tersebut dengan membentuk berbagai komunitas baik di dunia nyata ataupun di internet seperti milis dan forum.

Dalam artikel Michael O'Connell "A Brief History of Anime" dalam buku "Otakun 1999 Program Book" (1999), bahwa anime sebagai film animasi telah berkembang di Jepang sejak awal abad ke-20, tetapi dalam bentuk yang sekarang, baru dimulai pada dekade 1960-an ketika Osamu Tezuka, pembuat komik yang juga bapak manga Jepang, tertarik pada animasi setelah terlibat sebagai konsultan untuk film animasi buatan Toei "Alakazam the Great" (1960) yang berdasarkan komiknya.

Sebelum dekade 1960-an, gaya film-film animasi Jepang masih dipengaruhi oleh animasi Barat terutama animasi produksi Walt Disney. Menurut O'Connell, Tezuka membawa gaya baru dalam pembuatan anime terutama pada desain karakter dan juga penggunaan ekspresi emosi yang kaya. Desain karakter Osamu Tezuka yang menyederhanakan karakter wajah, pembuatan mata yang besar dan penggunaan ekspresi emosi pada karakter anime dan manga itulah membawa pengaruh dahsyat pada industri anime Jepang setelah Perang Dunia II.

Karya Osamu Tezuko yang fenomenal tentu saja adalah "Astro Boy". Anime "Astro Boy" (1966) itu diangkat dari komiknya bertajuk sama yang dibuat pada dekade 1950-an. Gaya anime yang berdasarkan teknik ciptaan Osamu Tezuko makin berkembang setelah genre anime tidak lagi terbatas untuk konsumen anak-anak, tapi juga melebar ke berbagai genre seperti yang dikenal sekarang antara lain genre fiksi ilmiah, drama percintaan, horor dan aksi laga yang lebih banyak ditujukan pada konsumen usia remaja dan dewasa.

Lompatan terbesar yang dibuat di dunia anime ketika serial anime di televisi berjenis fiksi ilmiah meledak di pasaran. Hal ini terjadi berkat serial animasi "Uchu Senkan Yamato " (di Amerika dikenal sebagai "Space Battleship Yamato") karya Leiji Matsumoto mampu menangkap imanjinasi penontonnya. Leiji Matsumoto yang dianggap sebagai bapak anime fiksi ilmiah juga menginspirasi banyak anime bergenre fiksi ilmiah populer antara lain "Uchu Kaizoku Captain Harlock" dan "Galaxy Express 999" (1999).

Selain itu subgenre fiksi ilmiah yaitu anime mecha (robot) yang menampilkan robot-robot raksasa yang dipiloti manusia yang sebenarnya sudah ada sejak Shotaro Kaneda menciptakan "Tetsujin 28" pada 1966 yang kemudian disusul dengan serial populer "Voltus V". Namun pada tahun 1979 subgenre tersebut mendapat darah baru setelah mengalami interpretasi baru dengan pembuatan serial anime bertajuk "Mobile Suit: Gundam" yang disusul dengan berbagai "spin off" (keturunan) seperti "Gundam X", "Gundam Seed", "Gundam Destiny" dan banyak lain.

Begitu pula dengan genre-genre lainnya yang juga populer seperti genre drama percintaan "Hana Yori Dango", genre horor " Angel of Darkness" dan sebagainya. Bicara tentang anime, juga tidak bisa dilepaskan dari manga. Di Jepang, pengertian anime sendiri tidak hanya mengacu pada animasi, namun juga mengacu pada manga. Terlebih lagi sebagian besar anime Jepang sering diangkat dari manga (komik Jepang), walau anime juga diangkat dari novel, game atau cerita rakyat Jepang. Selain itu, juga ada anime populer yang kemudian dibuatkan manga seperti serial "Gundam".

Manga dalam bentuk modern telah dimulai sejak Perang Dunia dan juga memiliki akar sejarah yang sangat tua sejak awal kesenian Jepang, namun memiliki momentum sangat berarti setelah Osamu Tezuka menciptakan karya manga fenomenal "Astro Boy" pada tahun 1951. Tidak heran jika dalam perkembangannya teknik pembuatan manga sangat terpengaruh oleh gaya Osamu Tezuka karena juga memiliki karakteristik sama dengan anime seperti desain karakter wajah dan mata yang bulat besar.

Selain itu, teknik Tezuka dalam membuat manga dengan pendekatan sinematografi mampu menyajikan kisah yang menggugah emosi pembacanya dibandingkan dengan komik Barat yang cenderung datar dari sisi emosi. Dalam proses tersebut, Tezuka telah mengajari dan menginspirasi para artis pembuat manga bagaimana memvisualisasikan dan membuat komposisi sebuah kisah manga yang dinamis dan selalu bergerak. Proses itu juga terlihat dalam pembuatan anime yang berdasarkan gambar-gambar yang dibuat tangan, walau kini dalam perkembangannya banyak menggunakan teknologi grafis komputer.

Juga tidak boleh dilupakan jasa artis wanita Machiko Hasegawa yang menciptakan manga "Sazae-san" sejak tahun 1946. Kisah manga karya Machiko Hasegawa yang memfokuskan pada kehidupan wanita inilah menginspirasikan manga genre shojo (drama percintaan) untuk segmen pembaca gadis remaja. Tidak heran jika genre manga shojo untuk remaja wanita hingga kini pun sangat terlihat pengaruh gaya Machiko Hasegawa seperti desain karakter wajah baik pria maupun wanita yang begitu lembut dan cantik, bentuk mata yang sayu dan bulu mata yang panjang.

Nah, seperti yang telah dikatakan di atas bahwa anime dan manga kini sangat populer di Indonesia sehingga mengalahkan komik dan animasi dari belahan dunia barat yang sempat berjaya seperti Tintin atau Superman dan Batman. Anda bisa melihat bagaimana banyaknya manga yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia di toko-toko buku Indonesia seperti manga "Kungfu Boy", "Detecive Conan" dan sebagainya.

Begitupula penggemar manga juga ingin menyaksikan adaptasi manga dalam bentuk anime. Popularitas tersebut mau tidak mau pun membawa perubahan di Indonesia seperti munculnya komunitas penggemar manga dan anime. Selain itu, juga terlihat bagaimana penggemar anime dan manga di Indonesia mengekspresikan diri dalam "cosplay" yaitu berdandan dengan kostum yang berdasarkan karakter-karakter anime dan manga kesayangan mereka.

Di sisi lain populernya manga di Indonesia itu juga membawa pengaruh pada proses pembentukan komik karya Indonesia, karena secara tidak langsung banyak generasi komikus muda di Indonesia baik tanpa sadar maupun sadar, terpengaruh oleh gaya aliran Jepang (manga). Tidak heran jika bermunculan sekolah-sekolah dan kursus menggambar gaya manga di Indonesia untuk memenuhi keinginan orang-orang yang berminat menjadi ilustrator komik ala Jepang, baik yang dikelola secara profesional dan mahal hingga kursus yang berbiaya murah.


Baca Selengkapnya...

Death Note

Death Note adalah judul sebuah serial manga Jepang yang ditulis oleh Tsugumi Ohba dan ilustrasi oleh Takeshi Obata. Manga ini menceritakan tentang Light Yagami, seorang siswa jenius yang secara kebetulan menemukan "Death Note" milik shinigami (dewa kematian). Direalisasikan di majalah Shonen Jump dari Januari 2004 hingga Mei 2006 dengan total 108 bab. Versi tankoubonnya terbit sebanyak 12 jilid dan 1 jilid spesial yang berjudul How to Read 13 yang berisi tentang penjelasan dan profile tentang Death Note.

Sinopsis

Manga
Manga Death Note terdiri dari 12 jilid tankoubon dan 1 jilid

Layar lebar
Dalam versi layar lebarnya, Death Note dibagi menjadi tiga bagian, yaitu Death Note, Death Note The Last Name, dan Death Note 3,5. L Change The World

Cerita Death Note berawal ketika Light Yagami (Raito Yagami) menemukan sebuah buku yang ternyata milik Shinigami (Dewa Kematian) bernama Ryuk (Ryuku). Di dalam Death Note milik Ryuk, terdapat cara menggunakan Death Note yang ditulis olehnya sendiri. Death Note ini kemudian digunakan untuk mewujudkan idealismenya yaitu untuk menciptakan dunia baru yang bersih dari kejahatan, dengan dirinya sebagai Dewa.

Kemudian Death Note ini dia gunakan untuk membunuh para kriminal. Mendapatkan data para kriminal dari televisi maupun mencuri data kepolisian pusat (ayahnya, Shoichiro Yagami adalah seorang polisi). Ternyata tindakannya ini mengundang berbagai reaksi, baik dari masyarakat, para petinggi Jepang, bahkan dari para petinggi internasional. Kebanyakan masyarakat setuju dengan tindakan pembersihan dunia itu, namun para petinggi tidak menyetujuinya karena tindakan tersebut bertentangan dengan Hak Asasi Manusia.

Tidak hanya itu hambatan yang ditemui Raito (yang dijuluki KIRA, sebutan untuk Killer dalam dialek Jepang) untuk mewujudkan dunia yang bersih, dia juga harus berhadapan dengan L yang selanjutnya dikenal dengan nama Ryuzaki (nama asli L adalah L Lawliet). L adalah seorang detektif profesional muda bertaraf internasional yang hanya bergerak di belakang layar. Setelah bertemu L Lawliet, jalan cerita "Death Note" menjadi semakin menarik (ditambah dengan munculnya Kira Kedua dan sebagainya, dalam versi anime dan manganya).

Death Note The Last Name menceritakan tentang Kira Kedua yaitu seorang artis yang baru naik daun bernama Misa Amane, diceritakan juga asal usul mengapa Misa memiliki buku Death Note yang kedua. Misa memiliki buku death Note yang kedua karena dewa kematian yang selalu menjaga Misa (bernama Jealous) mati untuk menyelamatkan Misa yang akan dibunuh oleh seorang penjahat. Jelaous memperpanjang umur Misa, namun dengan begitu maka Jealous hancur menjadi pasir. Jealous kemudian meminta sahabatnya yang juga dewa kematian bernama Rem, Rem kemudian menjaga Misa dan mengajarkan bagaimana cara menggunakan Death Note. Misa yang telah kehilangan seluruh keluarganya karena dibunuh oleh seorang perampok. Misa yang melihat wajah pembunuh itu kemudian melaporkan pembunuh itu, namun karena kesaksian Misa tidak cukup kuat, maka pencuri itu kemudian dibebaskan. Misa yang sedih berlarut-larut dalam kesedihannya kemudian melihat berita bahwa pencuri itu telah mati karena serangan jantung. Misa Amane kemudian sangat memuji KIRA.

Light Yagami kemudian dicurigai oleh L sebagai Kira. Saat sedang diinterogasi dalam Markas Besar L, ternyata Kira Kedua beraksi dengan 'mata'-nya. Kira Kedua membunuh semua yang menentang KIRA. Kira Kedua memberikan sebuah rekaman suara yang menginginkan agar semua orang menyetujui kira yang dikirimkan ke Sakura TV. Kemudian datanglah Ayah Light (Shoichiro Yagami) ke stasiun TV itu. Di Stasiun TV sakura, Shoichiro kemudian memaksa Produser Sakura TV untuk menghentikan acara itu, karena ditodong pistol, produser itupun kemudian terpaksa menghentikan acara tersebut.

Khawatir akan Kira I dan Kira Kedua bertemu, L memerintahkan untuk membuat rekaman suara yang isinya adalah untuk agar Kira Kedua menyerahkan diri sebelum bertemu dengan Kira I. Tanpa disangka-sangka, ternyata Kira Kedua, Misa Amane telah jatuh cinta kepada Light (Kira I). Misa kemudian mendatangi rumah Light dan menyerahkan Death Notenya. Misa meminta agar Light menjadi kekasihnya.

L menemui Light di kampusnya sambil menanyakan kedatangan Misa kerumahnya kemarin malam. Ryuzaki yang memakai topeng kemudian bertemu dengan Misa Amane. Misa kemudian membaca nama asli Ryuzaki. Misa kemudian dirubungi oleh para Fansnya di kampus Light dan menyatakan bahwa Light adalah kekasih Misa. Dikerumunan itu, Ryuzaki mengambil Handphone Misa. Ketika Misa dan ryuzaki pergi, Light menelepon Misa yang kemudian diangkat oleh Ryuzaki. Dilain sisi, Misa sudah diamankan oleh polisi anak buah Ryuzaki.

Misa dipaksa untuk mengatakan apakah dia adalah kira dan siapakah kira I, namun karena cintanya kepada Light Yagami, dia tetap diam. Misa kemudian meminta Rem menghapus memori tentang death note dari pada dia harus mengatakan Light adalah Kira I. Rem kemudian mendatangi Light dan mengancam akan membunuh Light jika sesuatu terjadi kepada Misa. Light kemudian menyembunyikan Death Note yang dimilikinya dan menyuruh Rem untuk mencari pemilik Death Note baru, Rem yang ingin Misa selamat kemudian menyetujui Light dan pergi mencari orang untuk menjadi Kira III.

Rem kemudian menyerahkan Death Note-nya kepada seorang gadis di Sakura TV bernama Yamada. Yamada kemudian membunuhi para penjahat dan menyiarkan di TV untuk Mensuport Kira. Misa yang telah kehilangan ingatannya kemudian mulai berbicara tentang Light, namun hanya mengatakan tentang masa pacaran dan bertemunya di Sakura TV. Lightpun kemudian menghilangkan ingatannya, Light dan Misa kemudian dibebaskan. Light yang kehilangan ingatannya tentang Death Note kemudian membantu Ryuzaki untuk mencari Kira III. Dengan bantuan Light, kemudian Kira III ditemukan dan dijebak dengan ancaman bahwa video pengintai kamarnya akan diberitahukan kepada seluruh dunia. Takut akan ancaman tersebut, Yamada kemudian nekat untuk menuliskan nama orang yang akan menyiarkan videonya didalam Death Note. Yamada yang mengetahui bahwa dia tak bisa membunuh orang itu kemudian datang ke Sakura TV. Disana semua agen polisi, Ryuzaki dan Light memegang buku itu dan dapat melihat Rem. Light yang menyentuh Death Note itu kemudian mengingat masa lalunya bersama Death Note. Light yang sudah ingat kemudian menuliskan nama Yamada dibalik jam tangannya dimana dia menaruh secarik kertas dari death note. Kematian Yamada kemudian menjadi misteri.

Light yang sudah mengingat kembali masa lalunya bersama Death Note kemudian menyuruh Misa yang telah dibebaskan untuk mengambil Death Note-nya yang dia sembunyikan dahulu. Misa yang menemukan Death Note itu kemudian mengingat lagi masa lalunya dan dapat melihat Ryukk (Dewa Kematian Death Note). Misa kemudian mulai membunuhi orang-orang lagi. Ryuzaki kemudian mengundang Misa ke Markas Besar, saat itu, dia juga menyuruh Soichiro Yagami untuk menyerahkan Death Note yang ada di markas besar ke FBI. Light kemudian menyuruh Rem untuk mengisi nama pengawal yang mengantar Misa didalam Death Note, dengan begitu Rem akan mati. Rem kemudian hancur berubah menjadi pasir. Ryuzaki yang merencanakan jika dia mati, maka pengawal yang mengantar Misa akan meledak untuk menghancurkan Death Note mengalami kegagalan. Pengawal itu mati dan Ryuzakipun mati. Misa kemudian bertemu dengan Light di Lobi. Disana, Light menuliskan nama ayahnya untuk menyerahkan Death Note, ayahnya kemudian kembali ke markas, ternyata Death Note yang ada di tangan Misa adalah palsu. Light menyangka bahwa Misa mengkhianatinya.

Ryuzaki kemudian turun dari tangga sambil memperlihatkan death note-nya. Disana dia sendiri telah menuliskan namanya. Light yang terdesak kemudian berusaha untuk mengambil potongan kertas Death Note yang diselipkan di jam tangannya, saat hendak mengeluarkannya, kemudian jam itupun ditembak oleh salah seorang personil polisi, bernama Tota Matsuda. Saat Light mencoba untuk mengambilnya, Matsuda kemudian menembak kaki Light. Light yang tersudut kemudian meminta Ryuk untuk menuliskan nama semua orang yang ada ditempat itu untuk dibunuh.

Tanpa disangka ternyata Ryuk justru menuliskan nama Light Yagami, Light kemudian mati karena serangan jantung. Death Note kemudian dihancurkan. Ryuzaki yang menunggu kematiannya kemudian mati dengan tenang.


Dalam versi layar lebarnya, tokoh Raito Yagami diperankan oleh aktor muda Tatsuya Fujiwara, sedangkan tokoh L diperankan oleh Kenichi Matsuyama.

Perbedaan Manga dan Layar Lebar

Perbedaan mendasar antara versi manga dengan versi layar lebarnya adalah dalam versi manga, L kalah dan mati dan kemudian digantikan oleh N (Near) dan M (Mello), namun dalam versi layar lebarnya L dapat mengalahkan Light namun tetap berakhir dengan kematian L.

Baca Selengkapnya...

Update Template

Ganti tahun..
ganti template..
yang dulu template-nya ijo royo - royo..
sekarang jadi coklat ginilah..
hehe..
(^_^)..
dipikir - pikir baru setahun nge-blog..
udah 4x blog ini ganti template..
mulai dari ijo..
pindah ke item ke emo - emoan..

bahasanya gimana sih
ganti ke ijo lagi..
banyak ijo-nya yah
hehe..
truz ganti template ini deh..
tapi kayaknya template ini nggak tahan lama deh..
coz terlalu simple..
walaupun da jepang - jepangnya..
hehe..
o iya..
maaf baru ngucapin ini..
coz terlalu sibuk ujian KKPI..
Met Tahun Baru 2009 wat para mAnGa MaNiAc N' nEt FrEaKeRs
Hope we can be better in this year..
amen..

Baca Selengkapnya...

Copyright © 2009 - Manga Maniac - is proudly powered by Blogger
Smashing Magazine - Design Disease - Blog and Web - Dilectio Blogger Template